| Berita menyesatkan tentang studi menyusui merongrong ibu |
|
|
|
| Written by ABM | ||||||||||
| Thursday, 14 January 2010 04:06 | ||||||||||
|
New Rochelle, NY, January 13, 2010 — Banyak media yang salah dan menghilangkan fakta bahwa menyusui "tidak sehebat yang diperkirakan"
Wartawan melaporkan press release dari Norwegian University of Science and Technology, dengan kalimat pembuka "Anda merasa bersalah karena tidak dapat menyusui anak-anak Anda dengan cukup atau sama sekali tidak menyusui? Tenang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ASI tidak begitu penting baik untuk kesehatan ibu atau anak. " Faktanya, penelitian ini tidak mengukur efek menyusui pada kesehatan ibu atau anak juga tidak membandingkan bayi yang menyusu dan bayi diberi susu formula. Penelitian tersebut hanya menemukan adanya hubungan antara kadar hormon selama kehamilan dengan durasi menyusui dan breastfeeding rate. "press release dan pernyataan-pernyataan oleh penulis studi Sven M. Carlsen adalah keterlaluan, dan tidak bertanggung jawab," kata Arthur Eidelman, MD, Vice President dari Academy of Breastfeeding Medicine dan Profesor of Pediatrics di. Hebrew University. "Untuk mempublikasikan sebuah pernyataan yang berlandaskan pada data penelitian yang tidak ada kaitannya sedikitpun dengan apa yang mereka publikasi sudah melanggar standar dasar tanggung jawab ilmiah. Orang tidak dapat menyatakan bahwa ASI tidak memberi keuntungan kesehatan bila tidak melakukan studi untuk mengukurnya" Gerald Calnen, MD, presiden dari the Academy of Breastfeeding Medicine, Gerald Calnen, MD, khawatir bahwa laporan tidak akurat akan merongrong ibu yang ingin menyusui. "Ibu-ibu yang ingin menyusui menghadapi liku-liku 'jebakan bodoh', termasuk perawatan bersalin yang buruk, tidak dibayarnya pesangon cuti, pelecehan ibu menyusui di depan umum, dan larangan memerah ASI di tempat kerja," kata Calnen. "tidak ada klaim bahwa"bayi formula sebaik bayi yang diberi ASI ' Para pembuat kebijakan, orang asing, dan pengusaha akan terus merongrong ibu yang ingin menyusui bayi mereka." Menurut penelitian baru-baru ini yang dilakukan pemerintah AS, bayi yang tidak ASI akan dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi telinga, hampir empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan pneumonia, dan dua kali lebih mungkin menderita diare. Ibu yang menyusui dapat menurunkan peningkatan risiko diabetes, sindrom metabolik, dan kanker payudara dan kanker ovarium. "Menyusui adalah baik untuk ibu dan baik untuk bayi," kata Calnen. "Ibu-ibu yang ingin menyusui sepantasnya diberi dukungan." The Academy of Breastfeeding Medicine adalah organisasi para dokter di seluruh dunia didedikasikan untuk promosi, perlindungan dan dukungan menyusui melalui pendidikan, penelitian, dan advokasi. Independen, mandiri, organisasi dokter internasional dan satu-satunya organisasi di dunia, misi ABM untuk menyatukan anggota dari berbagai dokter spesialis melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan proses menyusui , memfasilitasi untuk optimalisasi proses menyusui, dan mendorong pertukaran informasi di antara organisasi. diterjemahkan dari Immediate Release, Academy of Breastfeeding Medicine. dikirim ke dr. Utami Roesli, Indonesian Fellow of the Academy of Breastfeeding Medicine (FABM).
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
||||||||||
| Last Updated ( Friday, 15 January 2010 01:36 ) |





